Header Ads Widget


Ticker

6/recent/ticker-posts

Job Sheet Online Perbaikan Transmisi Manual

Penulis: Angger Reda Tama, S.Pd., M.Pd.


Perbaikan Transmisi Manual 

A. Tujuan

  1. Dapat melakukan perbaikan transmisi manual sesuai prosedur.       
  2. Dapat melakukan pembongkaran transmisi manual.
  3. Dapat melakukan pemeriksaan pada transmisi manual.
  4. Dapat melakukan perbaikan dan penggantian pada komponen-komponen yang rusak atau         tidak sesuai standar.
  5. Dapat melakukan pemasangan transmisi manual.

B. Keselamatan Kerja

  1. Perhatikan posisi badan saat melepas unit poros propeler (jika ada) dan transmisi, jangan tepat di bawah  poros propeler dan transmisi yang akan dilepas. 
  2. Hindari serpihan kampas kopling saat semua unit transmisi sudah mulai dilepas.
  3. Lakukan perbaikan sesuai prosedur baku
  4. Jangan memukul bagian poros, roda gigi, synchromesh, dan bearing dengan palu besi.

C. Alat dan Bahan

      Peralatan:     

  • Tool Box (Kotak Alat)
  • Dial indikator
  • Palu Karet
  • Tang pelepas snap ring (snap ring remover)
  • SST Bearing Puller 
  • Dongkrak lantai
  • Dua rigid jack stand

     Bahan: 

  • Unit kendaraan jenis FR (Front Engine Rear Drive) dengan jenis transmisi manual
  • Oli transmisi disesuaikan dengan standar jenis mobil yang digunakan

D. Langkah-langkah Perbaikan  Transmisi Manual

     1. Langkah Pelepasan Poros Propeler (Propeller Shaft)

  • Menganjal roda depan dengan balok kayu pastikan kendaraan tidak bergerak saat didongkrak
  • Mendongkrak bagian belakang kendaraan, kemudian pasang rigid jack stand.
  • Menarik tuas hand rem, kemudian lepas baut dan mur yang menghubungkan flange yoke propeler dengan companion flange pada diferensial/gardan. 
  • Menurunkan tuas hand rem lalu putar poro propeler agar sisa baut dan mur dapat dilepas, pegang bagian propeler jika baut dan mur terakhir akan lepas.
  • Melepas baut center bearing yang melekat dengan side member pada rangka kendaraan.
  • Menurunkan poros propeler dengan hati-hati jangan sampai poros propeler terbentur.

    2. Langkah Pelepasan Unit Transmisi

  • Melepas kabel switch lampu mundur dengan hati-hati
  • Melepas kabel pengukur kecepatan
  • Melepas sistem pengoperasian transmisi dari unit transmisi manual
  • Menyiapkan nampan untuk tempat oli  
  • Melepas baut penguras oli transmisi, pastikan seluruh oli jatuh pada namapan sampai habis.
  • Melepas tuas pemindah (shift lever) dari unit transmisi jika tipe pengoperasian transmisi direct
  • Mendongkrak bagian bawah transmisi untuk menahan tansmisi
  • Melepas semua baut yang mengaitkan transmisi dengan mesin dan side member pada rangka kendaraan, hati-hati pada saat melepas baut terakhir pastikan transmisi jangan sampai jatuh dari tumpuan dongkrak.
  • Menurunkan dongkrak secara perlahan. 

    3. Langkah Pembongkaran dan Pemeriksaan pada Transmisi Manual

  • Melepas baut pada tuas pengoprasi
  • Melepas baut bagian depan dan belakang transmisi. 
  • Melepas baut bagian tengah transmisi
  • Melepas bagian-bagian dengan transmisi menggunakan palu karet secara hati-hati 
  • Memeriksa keolengan pada poros input, counter gear, dan poros outpotJika ada yang melebihi 0,3 mm maka ada bearing rusak yang melekat pada komponen tersebut.
  • Memeriksa kondisi gerigi secara visual
  • Memeriksa celeh blocker ring dengan gear percepatan. Jika melebihi 0,5 mm ganti blocker ring dengan yang baru.
  • Memeriksa celah hub sleeve pada synchromes dengan shift fork (garpu pemindah)
  • Melepas Poros Input, OutPut, dan counter gear. catatan urutan melepas sesuai dengan jenis rumah transmisi manual.
  • Melepas snap bearing transmisi (jika ada), kemudian baru melepas bearing-bearing pada poros-poros transmisi menggunakan bearing puller. 
  • Memeriksa kondisi bearing, jika sudah oleng, mengganti bearing baru yang sudah diberi fat.
  • Melepas gear percepatan dan synchromesh.
  • Memeriksa keausan spilnes (rigi-rigi) pada poros output, jika spilnes sudah terlalu aus, maka ganti dengan poros output yang baru.

    4. Langkah Perbaikan Transmisi Manual

  •  Mengganti seluruh komponen yang mengalami kerusakan
  •  Memasang blocker ring baru pada synchromesh, serta gear percepatan sesuai urutan yang benar  dan memasangnya pada poros input atau output transmisi seperti gambar di bawah ini. 
  • memeriksa kembali celah blocker ring dengan gear percepatan, jika tiak melebihi 0.5 mm berarti pemasangan sudah benar.
http://www.sahabat-ilmu.com/2017/11/job-sheet-online-perbaikan-transmisi-manual.html
  • Memastikan semua hub sleeve pada synchromesh berada pada posisi bebas atau tidak mencengkram blocker ring manapun.
  • Memeriksa kembali runout pada poros output.Jika tidak melebihi 0,5 mm berarti sudah benar
  • Jika semua synchromesh sudah tersusun netral, menyetel semua shift fork pada posisi netral, kemudian memasangnya kembali pada susundan gear transmisi. 
  • Memasang kembali baut-baut rumah transmisi dan memasang rumah tuas penggerak poros garpu pemindah.
  • Mencoba menggerkan tuas penggerak poros pemindah pada posisi netral, 1, 2, 3, 4, 5, dan R.
  • Jika sudah benar, kemudian memasang unit transmisi dengan mesin.
  • Mengencangkan semua baut yang mengaitkan transmisi dengan mesin.
  • Memasang sistem pengoperasian transmisi.
  • Memasang kembali kabel switch lampu mundur.
  • Memasang kembali kabel kecepatan.

    5. Langkah Pemasangan Poros Propeler

  • Memasukan sleeve yoke ke dalam poros output transmisi manual.
  • Memasang baut yang mengkaitkan flange yoke dengan companin flange.
  • Memasang baut center bearing (jika ada).

E. Hasil Pemeriksaan 

  • Hasil run out poros otput = ..... mm  standar = .... mm
          Keadaan bearing pada poros output baik/rusak
  • Celah blocker ring dengan gear percepatan= .... mm   standar= ...  mm
          Keadaan blocker ring baik/rusak
  • Celah hub sleeve dengan shift fork=  ..... mm  standar= .... mm
          Keadaan hub sleeve baik/rusak
  • Kondisi gerigi  gear 1 = baik/rusak
  • Kondisi gerigi  gear 2 =  baik/rusak
  • Kondisi gerigi  gear 3 =  baik/rusak
  • Kondisi gerigi  gear 4 =  baik/rusak
  • Kondisi gerigi  gear 5 =  baik/rusak
  •  Kondisi gerigi  gear R =  baik/rusak
  • Kondisi gerigi  idle gear =  baik/rusak
  • Kondiri gerigi pada counter gear = baik/rusak

F. Kesimpulan

      .............................................................................................................................................................
Catatan:
pengisian kesimpulan diisi komponen-komponen yang rusak dan hasil penyetelan seperti celah blockering setelah disusun pada poros, dan hasil run out poros output transmisi.