Header Ads Widget


Ticker

6/recent/ticker-posts

Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Paru-paru

Penulis: Angger Reda Tama, S.Pd., M.Pd.

Assalamu'laikum Sahabat-ilmu.com - Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang materi organ paru-paru. Organ ini termasuk salah saatu organ vital bagi manusia.


Definisi Paru-paru

Pengertian paru-paru adalah suatu organ penting pada sistem pernafasan (respirasi) yang terdapat dalam tubuh manusia, mamalia hewan dan bebererapa jenis ikan. Pada mamalia maupun vertebrata lainnya, dua paru-paru terletak di antara tulang punggung  yang dilindungi oleh tulang rusuk. Di antara paru-paru terdapat organ penting lainnya yaitu jantung. 
https://www.sahabat-ilmu.com/2019/12/pengertian-fungsi-dan-cara-kerja-paru-paru.html

Pada umumnya manusia memiliki paru-paru kanan dan paru-paru kiri yang memiliki berat sekitar  1,3 kilogram (2,9 lb). Organ paru-paru ini terletak di dalam rongga dada. Paru-paru sebelah kanan lebih besar dari pada sebelah kiri, Di dalam paru-paru mengandung sekitar 2.400 kilometer (1.500 mil) saluran kapiler udara dan juga terdapat 300 hingga 500 juta alveoli.

Fungsi Organ Paru-paru
Peran penting fungsi organ paru-paru adalah sebagai organ yang berperan untuk pertukaran gas oksigen dengan gas karbondioksida. Pertukaran gas dapat terjadi karena paru-paru memiliki lipatan-lipatan membran tipis ini (sekitar 0,5-2 μm tebal) yang terdapat sekitar 300 juta alveoli. Sehingga memberikan area permukaan yang sangat besar sekitar 70 m persegi sampai 145 m persegi untuk pertukaran tersebut.

Cara Kerja Organ Paru-paru

Berikut ini cara kerja paru-paru pada saat udara luar dihirup masuk ke saluran pernafasan melalui hidung atau mulut menuju trakea ke bronkus dilanjutkan ke broncheoli menuju alveoli dalam paru-paru. Di dalam alveoli oksigen dari udara diserap oleh ke pembuluh darah pulmonary artery menuju jantung, sedangkan karbondioksida dari jantung ditransfer ke pembuluh darah pulmonary veins ke alveoli dan karbodnioksida diserap oleh alveoli dalam paru-paru, selanjutnya dikeluarkan dari paru-paru melalui saluran pernafasan menuju ke udara luar. Otot utama pernapasan yang menggerakkan pernapasan adalah diafragma. Fungsi lain dari paru-paru juga menyediakan aliran udara yang dapat menimbulkan bunyi suara termasuk juga ucapan manusia.

Anatomi Struktur Bagian-bagian dalam Organ Paru-paru

  1. Trakea merupakan saluran yang menghubungkan tenggorokan ke bronkus.
  2. Bronkus merupakan cabang dari trakea yang terbagi menjadi dua bronkus (tabung). Satu mengarah ke paru-paru kiri, yang lain ke paru-paru kanan. Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus terbagi menjadi bronkus yang lebih kecil.
  3. Broncheoli merupakan cabang dari bronkus (bronchus) bercabang menjadi tabung yang lebih kecil yang disebut broncheoli yang berakhir di alveolus paru.
  4. Pulmonary alveoli merupakan kantung kecil dalam paru-paru seperti lapisan membran lapis tunggal dengan kapiler darah di ujung lainnya. Di dalam paru-paru memiliki sekitar 300-500 alveoli.

Penyakit yang dapat menjangkit paru-paru.

  1. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) atau Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): Kerusakan paru-paru menyebabkan kesulitan meniup udara keluar, menyebabkan sesak napas. Merokok adalah penyebab paling umum dari COPD.
  2. Emfisema (Emphysema) adalah salah satu jenis COPD yang biasanya disebabkan asap rokok. Dinding rapuh di antara kantung udara paru-paru (alveoli) rusak, memerangkap udara di paru-paru dan membuat sulit bernapas. 
  3. Bronkitis kronis (Chronic bronchitis) adalah penyakit yang ditandai dengan batuk produktif yang berulang dan sering.
  4. Pneumonia: Infeksi pada satu atau kedua paru-paru. Bakteri, terutama Streptococcus pneumonia, adalah penyebab paling umum.
  5. Asma (Asthma): Saluran udara paru-paru (bronkus) menjadi meradang dan dapat kejang, menyebabkan sesak napas dan mengi. Alergi, infeksi virus, atau polusi udara sering memicu gejala asma.
  6. Bronkitis akut (Acute bronchitis) adalah Infeksi saluran udara besar paru-paru (bronkus), biasanya disebabkan oleh virus. Batuk yang sangat sering adalah gejala utama bronkitis akut.
  7. Fibrosis paru (Pulmonary fibrosis) adalah Suatu bentuk penyakit paru interstitial. Interstitium (dinding di antara kantung udara) menjadi parut, membuat paru-paru kaku dan menyebabkan sesak napas.
  8. Sarkoidosis (Sarcoidosis) adalah daerah kecil peradangan dapat mempengaruhi semua organ dalam tubuh, dengan paru-paru sebagian besar terlibat. Gejalanya biasanya ringan; sarkoidosis biasanya ditemukan ketika sinar-X dilakukan karena alasan lain.
  9. Obesity hypoventilation syndrome (Obesity hypoventilation syndrome): Berat badan ekstra membuat dada sulit untuk mengembang saat bernafas. Ini dapat menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang.
  10. Efusi pleura: Cairan menumpuk di ruang yang biasanya kecil antara paru-paru dan bagian dalam dinding dada (ruang pleura). Jika besar, efusi pleura dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan.
  11. Radang selaput dada: Peradangan pada selaput paru-paru (pleura), yang sering menyebabkan rasa sakit saat bernafas. Kondisi autoimun, infeksi, atau emboli paru dapat menyebabkan radang selaput dada.
  12. Bronkiektasis: Saluran udara (bronkus) meradang dan membesar secara tidak normal, biasanya setelah infeksi berulang. Batuk, dengan jumlah besar lendir, adalah gejala utama bronkiektasis.
  13. Lymphangioleiomyomatosis (LAM): Suatu kondisi langka di mana kista terbentuk di seluruh paru-paru, menyebabkan masalah pernapasan yang mirip dengan emphysema. LAM terjadi hampir secara eksklusif pada wanita usia subur.
  14. Cystic fibrosis: Suatu kondisi genetik di mana lendir tidak mudah keluar dari saluran udara. Kelebihan lendir menyebabkan episode berulang bronkitis dan pneumonia sepanjang hidup.
  15. Penyakit paru interstitial: Kumpulan kondisi di mana interstitium (selaput antara kantung udara) menjadi sakit. Fibrosis (jaringan parut) interstitium akhirnya terjadi, jika prosesnya tidak dapat dihentikan.
  16. Kanker paru-paru: Kanker dapat mempengaruhi hampir semua bagian paru-paru. Sebagian besar kanker paru-paru disebabkan oleh merokok.
  17. Tuberkulosis: Pneumonia progresif lambat yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Batuk kronis, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam adalah gejala umum TBC.
  18. Acute respiratory distress syndrome (ARDS): Cedera paru-paru yang parah dan tiba-tiba yang disebabkan oleh penyakit serius. Penyangga hidup dengan ventilasi mekanis biasanya diperlukan untuk bertahan hidup sampai paru-paru pulih.
  19. Coccidioidomycosis: Sebuah pneumonia yang disebabkan oleh Coccidioides, jamur yang ditemukan di tanah di barat daya AS. Kebanyakan orang tidak mengalami gejala, atau penyakit mirip flu dengan pemulihan total.
  20. Histoplasmosis: Infeksi yang disebabkan oleh menghirup Histoplasma capsulatum, jamur yang ditemukan di tanah di AS timur dan tengah. Kebanyakan Histoplasma pneumonia ringan, menyebabkan hanya batuk jangka pendek dan gejala mirip flu.
  21. Pneumonitis hipersensitivitas (alveolitis alergi): Debu yang dihirup menyebabkan reaksi alergi di paru-paru. Biasanya ini terjadi pada petani atau orang lain yang bekerja dengan bahan tanaman yang kering dan berdebu.
  22. Influenza (flu): Infeksi oleh satu atau lebih virus flu menyebabkan demam, sakit tubuh, dan batuk yang berlangsung selama seminggu atau lebih. Influenza dapat berkembang menjadi pneumonia yang mengancam jiwa, terutama pada orang tua dengan masalah medis.
  23. Mesothelioma: Suatu bentuk kanker langka yang terbentuk dari sel-sel yang melapisi berbagai organ tubuh dengan paru-paru yang paling umum. Mesothelioma cenderung muncul beberapa dekade setelah paparan asbes.
  24. Pertussis (batuk rejan) adalah suatu Infeksi yang sangat menular pada saluran udara (bronkus) oleh Bordetella pertussis, menyebabkan batuk persisten. Vaksin booster (Tdap) direkomendasikan untuk remaja dan orang dewasa untuk mencegah pertusis.
  25. Hipertensi paru (Pulmonary hypertension) adalah suatu penyakit tekanan darah tinggi di arteri yang mengarah dari jantung ke paru-paru. Jika tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi, kondisi ini disebut hipertensi arteri paru idiopatik (idiopathic pulmonary arterial hypertension).
  26. Emboli paru (Pulmonary embolism) adalah gumpalan darah (biasanya dari vena di kaki) dapat pecah dan berpindah ke jantung, yang memompa gumpalan (embolus) ke paru-paru. Napas pendek yang tiba-tiba adalah gejala paling umum dari emboli paru.
  27. Severe acute respiratory syndrome  (SARS) adalah pneumonia berat yang disebabkan oleh virus spesifik yang pertama kali ditemukan di Asia pada tahun 2002.

Posting Komentar

0 Komentar