Header Ads Widget


Ticker

6/recent/ticker-posts

Materi Kopling - Pengertian, Letak, Fungsi, Jenis-jenis, Komponen-komponen, dan Perawatan Berkala pada Kopling

Penulis: Angger Reda Tama, S.Pd., Gr., M.Pd.

Assalamu'alaikum, Sobat sahabat-ilmu.com. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang kopling di bidang otomotif sebagai berikut.
A. Pengertian dan Syarat Kopling
B. Letak Kopling
C. Fungsi Kopling
D. Jenis-jenis Kopling
F.  Komponen-komponen Kopling dan Fungsinya
G. Perawatan Berkala pada Kopling

A. Pengertian Kopling (Clutch)

Sistem pemindah tenaga memerlukan unit kopling yang memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan unit pemindah tenaga lainnya. Sebelum mempelajari kopling lebih lanjut maka kita harus mengatahui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan kopling?
Kopling adalah suatu unit pemindah tenaga yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus putaran dan daya dari engine menuju transmisi dengan cepat dan sempurna.

2. Sebutkan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh unit kopling?
Kopling harus memiliki syarat sebagai berikut:

  • dapat menghubungkan  dan memutus putaran dan daya dengan sempurna,
  • dapat menghubungkan putaran dan daya tanpa slip, dan
  • dapat menghubungkan dan memutus putaran dan tenaga secara lembut dan cepat.

Jika unit kopling dalam sistem pemindah tenaga tidak memenuhi  syarat di atas, maka unit kopling mengalami kerusakan pada bagian-bagian komponen di dalamnya.

B. Letak Kopling

Setelah kita mengtahui pengertian kopling di atas, selanjutnya yang menjadi sebuah pertanyaan "Dimanakah letak sistem kopling pada kendaraan?" Letak sistem kopling pada mobil atau kendaraan terletak di antara mesin dengan transmisi.

C. Fungsi Kopling

Kopling memiliki fungsi sebagai berikut.
  1. Memutus dan menghubungkan putaran dan daya dari mesin menuju ke transmisi.
  2. Memudahkan perpindahaan percepatan pada transmisi.

D. Jenis-jenis Kopling 

Di bidang otomotif menggunakan beberapa jenis kopling untuk tujuan tertentu.  Pembahasan berikut dapat menjawab pertanyaan: 1) sebutkan dan jelaskan jenis-jenis kopling berdasarkan prinsip kerjanya? 2) sebutkan dan jelaskan jenis-jenis kopling berdasarkan lingkungan kerjanya?

Berikut merupakan diagram klasifikasi kopling di kendaraan.
types of clutch


Tipe atau jenis kopling berdasarkan prisnsip kerjanya dibagi menjadi :

  1. Kopling gesek (friction clutch) adalah suatu jenis kopling dengan menggunakan gaya gesek untuk memutus dan juga menghubungkan putaran dan daya dari perangkat satu ke perangkat lain. Kopling gesek ini digunakan untuk menghubung dan memutuskan putaran dan tenaga dari mesin menuju unit transmisi manual pada kendaraan. Ada dua jenis kopling gesek yaitu kopling gesek plat tunggal dan plat ganda.
     
  2. Kopling hidrolik (hydraulic clucth) adalah suatu jenis kopling dengan menggunakan gaya tekan fluida cair (hidrolik) untuk memutus dan juga menghubungkan putaran dan daya dari perangkat satu ke perangkat lain. 
  3. Kopling magnetik (magnetic clutch) adalah suatu jenis kopling dengan menggunakan gaya magnetik untuk memutus dan juga menghubungkan putaran dan daya dari perangkat satu ke perangkat lain. Kopling magnetik ini digunakan pada perangkat kompresor air conditioner.
  4. Kopling satu arah atau kopling sentrifugal (one way clutch/over running clutch) adalah suatu jenis kopling dengan menggunakan gaya sentrifugal untuk memutus maupun menghubungkan putaran dan daya satu arah saja.

Tipe atau jenis kopling berdasarkan lingkungan kerjanya dibagi menjadi :

  1. Kopling basah (wet Clucth) adalah suatu jenis kopling yang dapat bekerja optimal dengan adanya pelumas ataupun juga tekanan fluida cair. Dengan kata lain kopling basah (wet clucth) akan tidak bekerja sesuai fungsinya jika tanpa fluida cair.
  2. Kopling kering (dry clutch) adalah suatu jenis kopling yang proses kerjanya tidak boleh terkena pelumas pada bidang geseknya. Jadi bidang kopling harus benar-benar kering.

F.  Komponen-komponen Kopling dan Fungsinya

Dari sekian banyak jenis-jenis kopling di atas, kita akan fokus mempelajari jenis kopling gesek plat tunggal yang banyak digunakan di kendaraan seperti mobil, truk, dan bis.

Pembahasan selanjutnya untuk menjawab:
1) Apa yang dimaksud kopling gesek plat tunggal?
Kopling gesek plat tunggal adalah suatu jenis kopling gesek dan juga jenis kopling kering yang hanya terdapat satu piringan bidang gesek di dalamnya. Kopling gesek plat tunggal ini digunakan untuk memutus dan hubungkan putaran dan daya dari mesin menuju transmisi manual pada kendaraan mobil, truk, dan bis.

2) Sebutkan dan jelaskan kopling gesek plat tunggal?


Berikut ini merupakan fungsi dari bagian atau komponen pada kopling gesek plat tunggal.

  • Pedal kopling (clutch pedal) adalah suatu bagian kopling sebagai pijakan pengendara untuk memberikan gaya menuju sistem pengoperasian kopling.
  • Sistem pengoperasin kopling (clutch operating system) adalah suatu sistem yang mampu meneruskan gaya input dari pedal kopling untuk menggerakan garpu pembebas (release fork) yang ada di dalam unit kopling. Ada beberapa jenis sistem pengoperasian kopling yaitu: 1) sistem mekanik kabel (cable mechanism), 2) sistem mekanik batang penghubung (link age mechanism), 3) sistem hidrolik (hydraulic system), 4) sistem pneumatik (pneumatic system), dan 5) sistem pneumatik-hidrolik (pneumatic-hydraulic system/servo hyraulic system).  
  • Pada sistem pengoperasian kopling tipe hidrolik dari pedal kopling diteruskan ke master silinder kopling. 
  • Selanjutnya yang menjadi pertanyaan "Apa fungsi master silinder pada kopling?" dan "Jelaskan fungsi dari master silinder kopling!" Fungsi master silinder pada kopling yaitu untuk mengubah gaya mekanik menjadi tekanan hidrolik yang diteruskan ke release cylinder  untuk menggerakkan garpu pembebas (release fork).


  • Garpu pembebas (release fork) adalah suatu bagian kopling yang berfungsi menekan release bearing dengan adanya gaya dorong/tarik dari sistem pengoperasian kopling ketika pedal kopling diinjak.
  • Dudukan bantalan pembebas (release hubadalah suatu bagian kopling yang berfungsi sebagai dudukan dari release bearing.
  • Bantalan pembebas (release bearing) adalah suatu bagian kopling berupa bantalan agar tidak terjadi gesekan berlebih antara pegas difragma dengan garpu pembebas. Bantalan pembebas (release bearing) juga  memiliki fungsi utama lain yaitu meneruskan gaya dorong dari garpu pembebas untuk menekan pegas diafragma (pegas diaphragm) pada  saat pedal kopling diinjak.
  • Tutup kopling (clutch cover) adalah suatu bagian kopling sebagai tempat dudukan seluruh bagian kopling lain yang berfungsi memutus dan menghubungkan putaran dari fly wheel ke piringan kopling (disc plate) kemudian dilanjutkan ke poros input transmisi. Ada dua jenis tutup kopling (clutch cover) yaitu tipe pegas koil (coil  spring), dan tipe pegas diafragma (diaphragm spring
  • Pegas diaphragma adalah suatu bagian dari jenis tutup kopling tipe diafragma yang berupa pegas untuk memberikan gaya tekan ke plat penekan agar piringan kopling terkunci dengan flywheel ketika pedal kopling belum diinjak. Sedangkan ketika pedal kopling diinjak pegas difragma akan mengungkit plat penekan bergerak sedikit mundur sehingga piringan kopling tidak terkunci dengan fly wheel. 
  • Pegas Koil (coil spring) adalah suatu bagian dari jenis tutup kopling tipe koil yang berupa pegas untuk memberikan gaya tekan ke plat penekan agar piringan kopling terkunci dengan flywheel ketika pedal kopling belum diinjak. Karena pegas koil tidak dapat mengungkit plat penekan maka terdapat tuas pengungkit (pressure lever) yang berfungsi mengungkit plat penekan bergerak sedikit mundur sehingga piringan kopling tidak terkunci dengan fly wheel pada saat pedal kopling diinjak. 
  • Plat penekan (pressure plate) adalah suatu bagian kopling untuk menekan kuat piringan kopling dengan fly wheel pada saat kopling tidak diinjak. 
  • Piringan Kopling (clutch disc) adalah suatu bagian kopling berupa piringan bidang gesek pengunci antara flywheel dengan plat penekan. Ketika pedal kopling tidak diinjak maka piringan kopling terkunci kuat dengan flywheel, sehingga putran dan daya dari mesin menuju poros input dalam transmisi manual. Akan tetapi jika pedal kopling diinjak maka piringan kopling ini tidak terkunci dengan fly wheel sehingga tidak ada putaran dan daya dari mesin menuju ke poros input transmisi manual.

Bagian atau komponen piringan kopling (clutch disc) dan fungsinya.
  1. Permukaan gesek atau kampas (friction facing/facing) adalah suatu komponen dari piringan kopling untuk memperbesar bidang gesek agar fly wheel dan plat penekan dapat terkunci dengan baik dan tidak slip.
  2. Cushion plat adalah  suatu bagian dari piring kopling yang berupa plat sebagai dudukan friction facing.
  3. Piringan plate (disc plate) adalah suatu bagian dari piringan kopling yang berupa plat bidang lingkaran sebagai penyangga untuk memperkuat konstruksi dari piringan kopling.
  4. Hub adalah suatu bagian dari piringan kopling yang berfungsi meneruskan putaran dan tenaga dari piringan kopling menuju clutch hub.
  5. Hub cover adalah suatu komponen dari piringan kopling yang berfungsi melindungi hub dari gesekan gerakan disc plate saat kopling mulai menghubungkan, akselerasi, dan deklerasi.
  6. Paku keling (rivet) adalah suatu komponen dari piringan kopling yang berfungsi menyatukan dua sisi friction facing di cushion plate.

G. Perawatan Berkala pada Kopling

Pembahasan berikut "Sebutkan apa saja yang dilakukan pada saat perawatan berkala kopling!"

Tujuan perawatan berkala pada unit kopling yaitu agar kopling dapat berkerja optimal mencapai fungsi kerjanya. Seiring pengunaan dan jarak tempuh dari kendaraan maka unit kopling perlu dilakukan perawatan berkala setiap 5000 km, 10.000 km, 15.000 km ataupun merujuk buku service kendaraan. Berikut ini tindakan-tindakan yang dilakukan pada saat perawatan berkala pada unit kopling.
  1. Pada sistem pengoperasian kopling, maka perlu mengecek ketinggian minyak kopling di reservoir pada master silinder. Jika ketinggian levelnya di bawah full, maka tambahkan minyak kopling DOT 3 atau DOT 4 sesuai yang tertera pada tutup reservoir.
  2. Jika sistem pengoperasian tipe mekanisme kabel, maka yang diperlukan dengan menyetel kembali setelan pada adjuster pada pedal dan adjuster bagian bawah yang terkait dengan garpu pembebas.
  3. Mengecek performa kopling dengan cara rem tangan diaktifkan, pastikan di depan kendaran tidak kosong, kemudian masukkan gigi satu tanpa di gas. Jika setelah hentakan mesin mati, maka kampas piringan kopling masih tebal, sedangkan jika kendaraan masih jalan pelan berarti kampas piringan kopling tipis dan perlu dilakukan perbaikan untuk mengganti kampas piringan kopling.
  4. Mengecek fungsi pegas diafragma yaitu dengan cara menginjak pedal kopling kemudian dilepas. Jika gaya tolak pedal cepat maka kondisi diafragma spring masih bagus. Namun jika gaya tolak pedal kopling pelan atau lemah maka kondisi diafragma sudah kurang bagus dan perlu dilakukan perbaikan dengan menganti yang baru.
Semoga artikel di atas "Pengertian, Letak, Fungsi, Jenis-jenis, Komponen-komponen, dan Perawatan Berkala pada Kopling" bermanfaat bagi Sobat Sahabat-ilmu.com sampai jumpa di materi lainnya. 

Posting Komentar

0 Komentar