Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sistem Bahan Bakar - Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis, Cara Kerja, dan Perawatan Sistem Bahan Bakar Konvensional Bensin dan Solar

Penulis: Angger Reda Tama, S.Pd., Gr., M.Pd.

Assalamuálaikum Sobat Sahabat-ilmu.com pada pembahasan ini, kita akan mempelajari materi sistem bahan bakar konvensional sebagai berikut.
A. Pengertian Sistem Bahan Bakar Konvensional 
B. Fungsi Sistem Bahan Bakar Konvensional       
C. Jenis-jenis Sistem Bahan Bakar Konvensional 
D. Cara Kerja Sistem Bahan Bakar Konvensional
E. Perawatan Berkala Sistem Bahan Bakar Konvensional
F. Perbaikan Sistem Bahan Bakar Konvensional

A. Pengertian Sistem Bahan Bakar Konvensional  

Sistem bahan bakar termasuk sistem utama agar mesin dapat menyala dengan baik. Sistem bahan bakar konvensional adalah suatu sistem suplai bahan bakar dengan susunan perangkat mekanik yang mampu mengatur jumlah campuran bahan bakar dan udara kemudian didistribusikan ke intake manifold menuju ruang bakar di dalam silinder.

B. Fungsi Sistem Bahan Bakar Konvensional


Fungsi utama dari sistem bahan bakar secara umum yaitu:
  1. untuk mencampur udara dan bahan bakar,
  2. untuk membuat atomisasi bahan bakar dengan udara,
  3. untuk mengatur rasio udara-bahan bakar pada kecepatan dan beban yang berbeda, dan
  4. untuk menyuplai jumlah campuran yang benar pada kecepatan dan beban yang berbeda.

C. Jenis-jenis Sistem Bahan Bakar Konvensional  

Pada sistem bahan bakar konvensional berdasarkan jenis bahan bakarnya dibagi menjadi dua yaitu:
  1. sistem bahan bakar bensin (gasoline) konvensional , dan
  2. sistem bahan bakar diesel konvensional.

1. Sistem bahan bakar bensin (gasoline) konvensional adalah suatu jenis sistem suplai bahan bakar yang menggunakan perangkat karburator yang mampu mengatur jumlah campuran bahan bakar dan udara secara mekanik, kemudian campuran tersebut didistribusikan ke intake manifold menuju ruang bakar di dalam silinder.


Komponen-komponen sistem bahan bakar bensin (gasoline) konvensional yaitu sebagai berikut.
  • Tangki bahan bakar adalah suatu perangkat sistem bahan bakar yang memiliki fungsi sebagai penampung bahan bakar dengan kapasitas besar. Tangki bahan bakar tidak boleh ada kebocoran.
  • Selang bahan bakar adalah suatu komponen sistem bahan bakar yang berfungsi mengubungkan antar komponen atau perangkat pada sistem bahan bakar.
  • Filter bahan bakar adalah suatu komponen sistem bahan bakar yang berfungsi menyaring kotoran di dalam bahan bakar sebelum masuk ke karburator.
  • Filter udara adalah suatu komponen sistem bahan bakar yang berfungsi menyaring kotoran dari udara luar sebelum masuk ke karburator.
  • Pompa bahan bakar (jika ada) adalah suatu perangkat sistem bahan bakar yang memiliki fungsi memompakan bahan bakar menuju filter bahan bakar dan diteruskan menuju karburator.
  • Karburator adalag suatu perangkat sistem bahan bakar yang memiliki fungsi mengatur rasio campuran  jumlah bahan bakar dan udara yang akan menuju ke intake manifold.   
  • Intake Manifold adalah pipa yang berfungsi mengubungkan antara karborator dengan ruang bakar.
Cara kerja sistem bahan bakar bensin (gasoline) konvensional yaitu pada saat mesin hidup bahan bakar yang berupa bensin di dalam tangki bahan bakar dipompa menuju filter bahan bakar, kemudian bahan bakar diteruskan menuju karburator agar bahan bahan bakar dapat diatur jumlah dan rasio campuran antara bahan bakar dengan udara. Selanjutnya campuran tersebut disalurakan menuju ruang bahan bakar melalui intake manifold. Campuran bahan bakar tersebut di dalam ruang bakar akan terbakar saat langkah akhir kompresi dengan adanya percikan bunga api dari busi pengapian, pembakaran ini sering disebut pengapian busi (spark ignition).

Cara perawatan sistem bahan bakar konvensional bensin yaitu: 
  • membersihkan filter udara dan karburator secara berkala setiap 2000 km untuk sepeda motor dan 15.000 km untuk mobil. 
  • megganti filter udara dan filter bahan bakar setelah 20.000 km untuk sepeda motor dan 50.000 km untuk mobil.

2. Sistem bahan bakar konvensional diesel  adalah suatu jenis sistem suplai bahan bakar yang menggunakan perangkat pompa mekanik tekanan tinggi yang mampu mengatur jumlah bahan bakar bertekanan menuju injektor untuk mengatomisasi bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.


Komponen-komponen sistem bahan bakar diesel konvensional yaitu sebagai berikut.
  • Tangki bahan bakar adalah suatu perangkat sistem bahan bakar yang memiliki fungsi sebagai penampung diesel dengan kapasitas besar. Tangki bahan bakar diesel ini tidak boleh ada kebocoran.
  • Selang bahan bakar adalah suatu komponen sistem bahan bakar yang berfungsi mengubungkan antar komponen atau perangkat pada sistem bahan bakar.
  • Filter bahan bakar dan sedimenter adalah suatu komponen sistem bahan bakar yang berfungsi menyaring kotoran di dalam bahan bakar sebelum masuk pompa tekanan tinggi.
  • Filter udara adalah suatu komponen sistem bahan bakar yang berfungsi menyaring kotoran dari udara luar sebelum masuk ke ruang bakar.
  • Pompa tekanan tinggi adalah suatu perangkat sistem bahan bakar yang memiliki fungsi memompakan dan mendistribusikan besarnya jumlah diesel yang disalurkan menuju injektor.
  • Injektor adalah suatu perangkat sistem bahan bakar yang memiliki fungsi mengabutkan diesel yang disemprotkan di ruang bakar.   
  • Intake Manifold adalah pipa yang berfungsi mengubungkan antara saluran dari filter udara menuju ruang bakar.
Cara kerja sistem bahan bakar diesel konvensional yaitu pada saat mesin hidup bahan bakar yang berupa diesel di dalam tangki bahan bakar bermenuju filter bahan bakar ke pompa tekanan tinggi, kemudian pompa bahan bakar mengatur jumlah bahan bakar dan tekanan bahan bakar yang didistribusikan menuju injektor. Selanjutnya injektor menyemprotkan bahan bakar di dalam ruang bakar pada saat akhir langkah kompresi. Pembekaran tersebut terjadi secara langsung karena udara yang sudah dikompresikan secara cepat bertumbukan dengan bahan bakar yang bertekanan tinggi yang disebut pembakaran kompresi (compression ignition).  

Cara perawatan sistem bahan bakar diesel konvensional yaitu 
  • membersihkan filter udara dan sedimenter secara berkala 15.000 km untuk mobil. 
  • megganti filter udara dan filter bahan bakar setelah 50.000 km untuk mobil.
Semoga pembahasan "Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis, Cara Kerja, dan Perawatan Sistem Bahan Bakar Konvensional" bermanfaat bagi Sobat Sahabat-ilmu.com, terimakasih atas kunjungan Anda.

Posting Komentar

0 Komentar