Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sistem Rem - Materi Lengkap Sistem Rem

Penulis: Angger Reda Tama, S.Pd., Gr, M.Pd.

Assalamuálaikum, Sobat Sahabat-ilmu.com - sistem rem sangat penting dalam menunjang keselamatan berkendara agar kendaraan dapat diperlambat ataupun dihentikan. Kali ini kita akan membahas materi tentang sistem rem sebagai berikut.
A. Pengertian Sistem Rem
B. Fungsi Sistem Rem pada Kendaraan
C. Jenis-jenis Rem Kendaraan
D. Jenis-jenis Pengoperasian pada Sistem Rem
E. Perawatan Berkala pada Sistem Rem
F. Cara Kerja Sistem Rem Hidrolik

A. Pengertian Sistem Rem 

Mari kita pelajaran, "Apa yang dimaksud dengan sistem rem?"  berikut ini akan kita bahas pengertian tentang sistem rem pada kendaraan.

Pengertian sistem rem adalah
suatu sistem pada perangkat yang bergerak untuk memperlambat dan menghentikan laju kendaraan. Prinsip kerjanya dengan cara bagian kampas rem menekan bagian komponen rem yang bergerak dan terjadi gesekan , sehingga roda kendaraan mengalami perlambat atau berhenti. Gesekan dapat menimbulkan panas. Oleh karena itu komponen pada sistem rem harus tahan terhadap  panas.

sistem rem hidrolik adalah


Sistem rem memiliki peranan penting dalam keselamatan berkendara. Sehingga fungsi kerja sistem rem jangan sampai dianggap remeh, karena dapat menimbulkan kecelakaan. 

Jadi seluruh komponen pada sistem rem harus selalu dilakukan perawatan berkala setiap 10.000 Km. Seperti ketinggian level minyak rem, ketebalan kampas, serta cara kerja sistem hidrolis dan mekanisnya harus bekerja optimal.

B. Fungsi Sistem Rem pada Kendaraan

Setelah kita mempelajari pengertian sistem rem di atas. Selanjutnya kita akan membahas, "Sebutkan dan jelaskan fungsi sistem rem?" Berikut ini merupakan penjelasan dari fungsi-fungsi sistem rem pada kendaraan.
  1. Untuk mengurangi laju atau menghentikan roda kendaraan.
  2. Mengendalikan kecepatan kendaraan.
  3. Mengunci roda kendaraan pada saat parkir atau saat berhenti di lampu merah atau tanjakan.

C. Jenis-jenis Rem pada Kendaraan

Pembahasan selanjutnya kita akan menjawab pertanyaan "Sebutkan jenis-jenis rem pada kendaraan?" Berikut ini penjelasan tentang jenis-jenis rem pada kendaraan.

1. Rem Cakram

Pengertian rem cakram atau Disc Brake adalah suatu tipe rem yang cara kerjanya sepasang pad yang diam menekan rotor disc yang berputar dengan adanya gaya dorong dari piston pada caliper. Sehingga terjadi proses pengereman.
rem cakram adalah

2. Rem tromol (Drum Brake)

Pengertian rem tromol adalah suatu jenis rem yang terdiri dari sepasang sepatu yang terdapat lapisan kampas (lining) yang didorong oleh silinder roda sehingga kampas menekan drum (tromol) akibatnya terjadi pengereman. Kinerja rem tromol akan optimal jika fungsi komponen rem tromol semuanya dalam kondiri standar dan baik.


rem tromol adalah

Keterangan:
1. Tromol Rem (Drum)        
2. Shoe Hold Spring 
3. Leading Shoe  (Sepatu Rem)
4. Return Spring ; Return Spring/ Pegas pembalik   
6. Backing Plate 
7. Parking Lever (Tuas Mekanik Rem Parkir)
8. Anchor Pin
9. Lining (Kampas Rem Tromol)
10. Trailing Shoe
11. Adjusting Lever (Clearance Adjuster)

Perawatan dan perbaikan sistem rem cakram dan tromol pada seluruh komponen sistem rem di atas harus dicek sebelum berpergian jauh, misal ketinggian level fluida rem, pengecekan kebocoran sistem rem, ketebalan pad dan kampas, serta kinerja sistem pengoperasian rem. Sehingga perjalanan Anda tidak terganggu dan aman dalam berkendara. 

Hendaknya ketika di jalan menurun usahakan menggunakan transmisi gear rendah agar kinerja rem tidak terlalu berat atau terbakar.

D. Jenis-jenis Pengoperasian pada Sistem Rem

Berdasar mekanisme kerja dari pengoperasian sistem rem dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain.
1. Pengoperasian sistem rem jenis mekanik adalah suatu pengoperasian sistem rem dengan menggunakan kabel atau batang penghubung penerus gaya untuk menggerakkan perangkat rem. Pengoperasian mekanik ini umunya digunakan pada rem tromol pada sepeda motor, sedangkan rem mekanik pada mobil pengoperasian sistem rem mekanik digunakan pada rem parkir,
2. Pengoperasian sistem rem jenis hidrolik adalah suatu perngoperasian rem yang menggunakan sistem tekanan fluida cair untuk menggerakkan perangkat rem cakram ataupun tromol pada kendaraan. Contoh penggunaan pengoperasian sistem rem hidrolik yaitu sebagai pendorong piston pada rem cakram sepeda motor dan juga sebagai pendorong piston dalam rem cakram dan tromol pada mobil. 
Konstruksi Sistem Rem Hidrolik

Komponen pada pengoperasian sistem rem hidrolik sebagai berikut.

  1. Pedal rem (brake pedal) adalah suatu komponen rem sebagai pijakan kaki saat pengereman. Fungsi pedal rem yaitu untuk bidang pijak kaki yang memberikan gaya dorong ke push rod pada master silinder rem.
  2. Booster rem (brake booster) adalah suatu komponen pada sistem rem yang terdapat membran difragma dan saluran vakum. Fungsi booster rem yaitu untuk memperbesar gaya tekan mekanik dari batang pendorong (push rod).
  3. Master silinder rem (brake master cylinder) adalah suatu komponen pada sistem rem yang terdapat ruang silinder, pistom, seal piston, dan ruang silinder. Fungsi master silinder rem yaitu  untuk mengubah gaya tekan mekanik menjadi tekanan hidrolik.
  4. Proportioning valve adalah suatu katup pembagi pada sistem rem. Fungsi proportioning valve yaitu untuk menjaga supaya rem bagian belakang tidak mengunci ketika pengereman mendadak dengan membatasi tekanan cairan yang menuju rem bagian belakang.
  5. Selang (hose) adalah suatu selang yang tahan terhadap tekanan tinggi untuk mengubungkan antar bagian pada sistem rem. 
  6. Rem cakram (disc brake) adalah suatu perangkat rem yang terdiri dari piringan (rotor disc brake), rahang (caliper), kampas (pad), torque plate, piston, dan seal piston. Fungsi rem cakram yaitu untuk memperlambat dan menghentikan laju saat pengereman dengan cara piston menekan pad sehingga terjadi gesekan antara pad dan piringan (disc). 
  7. Rem tromol (drum brake) adalah suatu perangkat rem yang terdiri dari drum/tromol, silinder roda (wheel cylinder), dua sepatu rem (brake shoes), pegas pengembali, pengunci, piston, dan seal piston. Fungsi rem tromol ini yaitu untuk memperlambat dan menghentikan laju saat pengereman dengan cara silinder roda menekan sepatu rem sehingga terjadi gesekan antara lining pada sepatu rem dengan drum.
3. Pengoperasian rem jenis pneumatik hidrolik (servo hidrolik) adalah suatu jenis perngoperasian sistem rem yang menggunakan fluida cair bertekanan (hidrolik/hydrolic) untuk membuka katup saluran udara bertekanan (penumatik/pneumatic) untuk menekan perangkat hidrolik yang memberikan gaya dorong pada perangkat rem cakram ataupun tromol. Pada umumnya digunakan pada kendaraan roda empat long chassis seperti truk dan bus.
Sistem rem hidrolik penumatik (pneumatic hydrolic)
4. Pengoperasian rem jenis elektronik adalah suatu jenis pengoperasian sistem rem yang digunakan tenaga listrik untuk menggerakan perangkat rem supaya terjadi pengereman. Contoh penggunaannya umumnya digunakan pada rem wahana roller coaster dan kereta gantung.

E. Perawatan Berkala pada Sistem Rem

Berikut ini tujuan tindakan perwatan berkala pada sistem rem.
  1. Untuk merawat komponen-komponen sistem rem tidak rusak dan berumur lama.
  2. Menjaga performa sistem rem agar tetap optimal saat proses pengereman ketika kendaraan melaju.
Perawatan berkala sistem rem umumnya pada kelipatan 5000 km ataupun 10.000 km bagi kendaraan roda empat seperti mobil, truk, dan Bus.
Macam-macam tindakan perawatan berkala pada sistem rem yaitu:
  1. Menambah fluida rem pada reservoir. Umumnya fluida rem yang sering digunakan DOT 3 dan 4. Sebaiknya harus konsisten ketika sudah menggunakan DOT 3 seterusnya harus DOT 3 begitu juga sebaliknya.
  2. Menguras fluida rem dari sistem rem dengan cara membuka semua bleeder plug pada keempat rem kemudian pedal rem ditekan perlahan sampai benar-benar habis. Selanjutnya tutup semua bleeder plug, kemudian lakukan pengisian fluida rem baru ke reservoir dan lakukan bleeding air untuk membuang angin dari dalam sistem rem.
  3. Membleeding pada sistem rem dengan cara membuka dan tutup salah satu bleeder plug dan menekan pedal rem sampai tidak ada gelembung udara yang keluar dari bleeder plug. Agar diperoleh hasil maksimal dapat dilakukan di semua perangkat rem pada sisi roda kendaraan.

F. Cara Kerja Sistem Rem Hidrolik

Anda mungkin bertanya-tanya "Bagaimana cara kerja sistem rem hidrolik?"

sistem rem hidrolik adalah

Cara kerja Sistem Rem Hidrolik Saat Pedal Rem Diinjak atau Saat Pengereman

Proses kerja sistem rem hidrolik saat pengereman yaitu gaya dari pedal rem diperbesar gaya tekannya oleh booster kemudian diteruskan ke master silinder rem. Selanjutnya gaya tekan hidrolik dari master silinder diteruskan menuju proportioning valve kemudian diteruskan ke rem cakram dan tromol. Proportioning valve mengurangi tekanan fluida yang menuju rem berlakang agar tekanan fluida yang menuju rem depan lebih besar dibandingkan rem belakang.

Pada rem cakram maka piston terdorong oleh tekanan hidrolik. Selanjutnya piston menekan pad sehingga terjadi gesekan antara kampas pada pad dengan piringan (disc), sedangkan pada rem tromol tekanan hidrolik akan mendorong piston di dalam silinder roda kemudian menekan sepatu rem sehingga terjadi gesekan antara lining pada sepatu rem dengan drum. 

Semoga artikel "Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Perawatan Berkala Sistem Rem" dapat bermanfaat bagi Sobat Sahabat-ilmu.com terima kasih atas kunjungan Anda.
Baca juga artikel rem lainnya: